Jumat Sore 17 Juli 2026, sekretariat Komite Masyarakat Pengawas Kota Pelabuhan (Kompaskopel) di jalan walang, Jakarta utara kedatangan tamu yang sangat istimewa, beliau adalah teman lama berjuang dalam isuee ketenagakerjaan sejak beberapa tahun lalu, Ilhamsyah lelaki paru bayah yang akrab di panggil boing merupakan sosok yang beraniserta konsisten menyuarakan masalah-masalah sosial terutama soal hak-hak buruh.
Boing sebagai ketua umum Konfiderasi persatuan buruh indonesia (KPBI) yang juga sekarang menduduki jabatan salah satu dewan komisaris di PT Pelindo selalu terbuka soal mengajak semua pihak-pihak untuk melakukan upaya perubahan sosial dan politik bahkan ekonomi menjadi lebih baik, termasuk kepada kami sebagai salah satu pihak yang dianggap mewakili masyarakat, pertemuan dari sore hingga menjelang malam dengan teman-teman aliansi jakarta utara menggugat (A-JUM) yang juga termasuk beberapa tokoh KOMPASKOPEL , diskusi yang di isi dengan beberapa isuee soal kemacetan, kecelakaaan yang kerap sering terjadi terutama di sekitaran jalan-jalan dari dan menuju pelabuhan tanjung priok serta pelabuhan Marunda center, Ruas Jalan yang ada sudah tidak mampu menampung aktivitas produksi logistik dan kurang terintegrasinya atara hub line 1 didalam Pelabuhan dan hub line 2 diluar Pelabuhan seperti depo container dan truck tlailer yang mengangkut peti kemas menjadi salah satu sebap terjadinya kemacetan dan kecelakaan diluar wilayah Pelabuhan.
Apa yang terjadi baru-baru ini antrian truck tlailer di depo-depo sekitaran wilayah Pelabuhan yang menyebapkan kemacetan akibat truck tlailer memakai dua lajur jalan raya untuk mengantri menuju depo mengantar container kosong bekas impor, menurutnya akibat meningkatnya volume import dibandingkan eksport sehingga banyak menumpuk container kosong dan depo kelebihan kapasitas, masalah ini juga soal tidak adanya sistem yang terintegrasi antara hub line 1 pelabuhan dan hub line 2 depo. Ucap Boing
Dan Soal kecelakaan yang terjadi di sekitaran wilayah kota Pelabuhan, beberapa penyebabnya ialah masih kurangnya jalan akses khusus truck dan masyarakat, harusnya dibuatkan jalur khusus untuk kendaraan logistic serta dibedakan akses masyarakat, ditambah lagi hampir 60 % lebih kendaraan logistik yang ada sebenarnya tidak layak untuk beroperasi atau tidak lolos uji KIR, belum lagi jalan-jalan yang sekarang ini banyak yang berlubang, sehingga menyebapkan para pengendara jatuh hilang kendali dan saat bersamaan truck lewat, sehingga menyebapkan terjadinya kecelakaan yang sering memakan korban jiwa, tambah Boing

Disela Diskusi Menjelang Malam Anung Mhd sebagai Koordinator Aliansi Jakarta Utara Menggugat (A-JUM) yang juga sekaligus Ketua Umum Komite Masyarakat Pengawas Kota Pelabuhan (KOMPASKOPEL) menyampaikan bahwa issue ini sudah kami suarakan sejak tahun 2018, namun hasilnya masih nihil, anung menilai lambatnya birokrasi dalam upaya menata kota Jakarta Utara sebagai Kota Pelabuhan, sepertinya ini harus di dorong kepemerintah Pusat termasuk ke presiden, agar menjadi perhatian khusus.